Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kepada Yang Maha Cinta,

Aku menulis surat ini dengan rasa penuh sesal. Berkali-kali aku menyesali kelalaian hidupku Ya Allah, tapi entah mengapa kuulang lagi kesalahan kesalahan. Seolah aku ini tak pernah belajar. Aku selalu terlena dan bermanja. Tanpa kuingat tidak ada lagi orang-orang yang senantiasa mengingatkanku sebelum aku bersalah. Dan bodohnya, aku ini tak pernah belajar..

Maafkan aku Ya Allah yang senantiasa mengecewakan mereka yang kusayangi, walaupun tak terucap kata kecewa di bibir mereka.. Mungkin Engkau pun juga kecewa padaku.

Aku tidak tau kapan aku akan menjadi kuat seperti yang Kau inginkan.. Kaki lemahku yang tidak terlatih ini serasa sudah pegal. Bahkan alasnya pun sudah menipis. Tapi bolehkah aku merasa lelah ?? Sementara ini hanyalah “ Dunia”.

Maafkanlah aku Ya Allah, aku tidak bermaksud ingin mengeluh. Keyakinanku tidak akan pernah menipis bahwa Kau akan berikan peristirahatan” abadi” jika aku mau bersabar..

Aku hanya menunggu waktu kapan dada ini bisa bernafas lega. Melihat senyum bahagia orang-orang yang kusayangi. Sementara sedari dulu aku tak pernah memikirkan hal itu. Aku hanya tidak ingin menjadi gadis manja yang hanya ingin dibahagiakan. Kemarin dan hari ini, dadaku begitu sesak menahan tangis dan jerit.Aku tidak ingin mereka melihatku bersedih. Karena aku akan membuat mereka tidak bersedih. Berkali-kali kutahan tangis dengan senyum gembira, ucapan potimis dan canda. Aku bisa menahannya Ya Allah.. Setidaknya dalam hal ini aku berhasil.

Punggungku yang kecil ini serasa semakin membungkuk. Semua yang perlu kupanggul seperti terlepas satu, namun datang lagi yang baru. Aku tidak lelah, tapi ada kala nya punggung ini butuh dikuatkan dengan pelukan hangat. Seringkali aku mendapatkannya dari Ibu. Namun saat ini, aku hanya bisa menguatkan punggungku dengan bisikan hatiku.

Saat ini, aku berjalan di sebuah labirin hanya dengan bimbinganMu.. aku memang hanya dengan Mu. Aku tidak pernah berfikir bahwa dunia ini sungguh tak adil. Sungguh tak pernah Ya Allah.. Kau menyayangi kami semua. Dengan cara Mu yang indah. Kau tau kami berbeda, dan karena itu Kau sayangi kami dengan caraMu yang berbeda-beda pula. Aku percaya kan semua padaMu..

Saat aku minta diberi “ kekuatan”, Kau memberiku masalah dan masalah agar aku kuat..

Saat aku minta agar aku tak lagi “ manja”, Kau menjauhkan aku dari orang-orang yang selalu memanjakanku..

Saat aku minta Engkau agar menyatukan keluargaku, Kau mengambil salah satu dari kami untuk menukarnya..

Dan Kau, memberikanku kekuatan agar aku menyimpan tangis di hatiku, Kau mengabulkannya… Aku tidak pernah menangis di depan mereka. Tapi saat ini,

“Aku hanya ingin menangis tersedu di depanMu Ya Allah.. “

 

Kuatkanlah kakiku agar ku mampu berjalan tegak di jalanMu..

Tebalkanlah dinding hatiku agar ku mampu menjaga kalbu..

Kuatkanlah punggungku agar aku tak lelah..

Aku percaya Kau hanya mempersiapkanku menjadi manusia yang lebih baik.. Engkau, telah menjawab semua doaku..

 

Salam cinta jiwa dan raga,

 

Jilbab Merah Jambu

Pencari arti hidup

 

 

 

Saya adalah seseorang yan menyadari kelemahan diri. Dengan modal hal itu, saya berusaha menghargai kekurangan orang lain. Sangat menghargai. Di mata Tuhan, saya tidak pernah merasa bahwa saya ini umat terbaik. Saya sangat jauh dari kesempurnaan umat.. Dan saya tidak pernah memaksa orang lain untuk mejadi sesuatu yang ideal..

Kejadian hari ini membuat saya sedih.. Sedih saat maksud baik dianggap suatu hal yang menunjukkan kesombongan.. Naudzubillah, sungguh tidak pantas saya bersikap seperti itu.. Saya paling sedih di saat seperti ini. Saat orang lain menyangka yang tidak-tidak tentang niat baik saya. Saya hanya orang yang tidak mengerti.. Tolong jangan samakan saya dengan mereka. Lihatlah saya sebagaimana seorang pribadi. Bukan kebanyakan..

” hanya Allah SWT yang paling tau maksud hati umatNya.. “

Bukan karena suatu momen ataupun tanggal merah jambu saya membuat postingan kali ini. Hanya saja, saya perlu menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak akan saya sampaikan dengan mudah ke orang lain. Yah bisa jadi saya ini dianggap skeptis atau mungkin dianggap aneh.. ( kenyataannya saya memang orang aneh).

Jam sudah menunjukkan pukul 11.58. Ditemani camilan yang manis manis beserta air putih yang sehat, setidaknya membuat mood saya positif untuk menulis postingan hari ini.. I love chocolate.. hehe.. tunggu dulu sahabat, saya tidak lupa kalau hari ini adalah 14 februari yang berarti sebuah tanggal keramat bagi beberapa orang. Tapi maaf, bagi saya mungkin hanya sebuah hari senin. Dan coklat pun memang sudah menemani saya menjadi salah satu camilan wajib sejak dahulu kala.. Mungkin inilah penyebab bobot tubuh meningkat pesat. Tapi entah mengapa lemak itu hanya lari ke pipi.. Akibatnya, dari samping saya tampak seperti anak kecil yang disuapin ibunya tapi gak dikunyah-kunyah.. -.-“.. Untung saja ibuk selalu bilang kalau saya lebih cantik begini.. ( ya iyalah ibuk sendiri yang bilang). Di balik itu semua, Alhamdulillah tetap harus dipanjatkan.. Terlepas dari tembemnya pipi saya yang sudah mulai over, tapi saya senang.. membuat saya nampak sehat. Dan memang kenyataanyya saya sehat. Dan kenyataan pula berat badan saya sudah menembus 55 kg yang benar-benar kelebihan 10 kg dari berat badan ideal. (akibat jarang olah raga) . Tapi..Alhamdulillah, tak ada sakit yang harus saya rasakan lagi sampai membuat saya stress.. Alhamdulillah Ya Allah.. :-D

 

Kembali ke topik utama..

Valentine days.. Apa itu ya ? katanya sich hari kasih sayang.. So ?? saya juga gak ngerti masalah beginian.. Lebih besar lagi, banyak yang menganggap ini merupakan hari yang tepat untuk mengungkapkan cinta. ( kata seorang teman)..

Hey, tunggu dulu.. Cinta ? Apa itu cinta ? Saya sendiri tidak tahu pasti apa itu cinta.. Saya hanya tau kalau cinta itu berat bagi yang tidak mengerti.. Saat anda mencintai, anda harus siap kecewa.. Pernahkah anda memikirkan hal itu ??? Saat anda mencintai, anda harus pandai berlayar dulu..

Cinta itu berat.. Saat anda tahu satu kata itu berat, anda pasti tak akan berani mengobralnya lagi di depan orang lain yang mungkin anda merasa cinta kepadanya.. Tapi apakah anda yakin cinta itu sudah murni ? Bukankah nafsu kadang juga bersembunyi dalam kedok bernama cinta ? Saya pernah melihat sebuah doa yang dipasang oleh teman saya di dinding kamarnya.. “ Ya Allah, jagalah cinta dan kasih sayang kami sampai nanti.. Selamanya.. “. Disertai dengan foto teman saya dan seseorang yang disebut pacarnya.. Dalam benak saya, saya merasa kasihan.. Kasihan pada teman saya. Teman, doa kepada siapa yang engkau panjatkan itu ?? Bisa jadi syaitan yang meng- amini.. Allah tidak pernah memerintahkan kepada kita untuk mencintai sebelum ikatan suci..Jadi mengapa engkau berdoa agar Allah menjaga sesuatu yang kau langgar ??

Mungkin ada yang bilang saya ini munafik.. Mungkin pernah ada yang tahu, dahulu saya juga pernah seperti itu.. ya, saya pernah. Saya pernah tersesat.. Saya pernah merasakan sesuatu yang saya sebut cinta. Saya siap selalu kecewa.. Saya selalu siap sakit hati.. dan saya selalu siap melindungi.. Saya tidak pernah men- judge negatif mereka yang bangga atas cinta yang tak bermuara pada ikatan suci. Saya pernah seperti itu. Dan saya sungguh tak ingin orang lain merasakan sakitnya cinta yang salah.. Salah waktu, salah tempat, salah orang dan salah arti..

Saya bukan orang yang membenci cinta.. Saya masih bisa mencintai. Tapi saya punya ruang khusus yang didalamnya terdapat kotak besi untuk menyimpan jauh-jauh “cinta” di dalam hati saya. Saya menjaga hingga saatnya.. Kunci kotaknya saya buang jauh, agar saya tidak mengintip-intip lagi isi kotak itu.

Sebenarnya mudah saja untuk tau apa itu rasanya cinta.. saat valentine begini mungkin orang-orang mengartikan “ katakana cinta dengan bunga dan coklat”. Terlihat manis memang. Tapi apakah anda tau bahwa bunga tak selalu indah.. Bunga juga ada yang berduri.. Dan duri bisa melukai. Bahkan tidak ada bunga yang tiap kelopaknya begitu sempurna.. apakah anda tau bahwa coklat tak selalu manis ? Ada beberapa coklat yang rasanya cenderung pahit. Bahkan menurut saya rasa asli sebuah coklat ya yang ada pahitnya begitu.. Ini menandakan kalau cinta juga tidak selalu manis.. Kadang pahitnya lebih dominan. Itu rasa coklat yang sempurna..

Mari kita juga memandang cinta dengan logika.. Jika cinta itu sesuatu yang indah, pasti akan selalu membuat anda merasa bahagia apapun pahitnya.. Jadi saat anda mencintai seseorang namun anda labih sering merasa sedih, bisa jadi itu bukan cinta. Cinta itu membahagiakan.. Hal yang berat yang membahagiakan.. Jika cinta itu mudah, hanya Allah SWT yang memberimu secara Cuma-Cuma.. Cinta yang sejati.. Yang menjaga dan mengerti kita selalu..

Sudahkah anda menyadari beratnya cinta ???

Oh, ada satu lagi cinta yang mudah yang selalu membuat bahagia.. Sore tadi saya mendapat sebuah pesan singkat yang selalu membuat tersenyum diri ini dengan bahagia. “ Love U anakku.. “( saya hampir menangis mengetikkan tulisan tadi). Cinta ibu, salah satu yang tiada tandingannya.. dan Allah SWT lah yang juga membuat cinta ibu tiada tandingannya.. Subhanallah..

Saya rindu pada ibu yang selalu kusayang dan kucinta karena Allah SWT. Saat jauh dari rumah begini, saya ingat betul hal-hal yang membuat saya rindu  ibu.. Saat ibu menggelitik pinggang saya sampai saya menangis.. Saat ibu membuatkan saya wedang tomat setiap sore.. Saat ibu selalu mengecup kening saya sebelum tidur.. Saat ibu membangunkan saya dari tidur dengan kecupan di pipi. Tak perlu jauh-jauh.. Allah mengajarkan saya hakekat cinta dan kasih sayang yang benar melalui ibu.. Cinta yang sebenarnya itu hangat.. Walaupun hanya sebuah sms “ Love U anakku.. “, “ Mizz U anakku.. “ atau bahkan “ ibuk selalu sayang padamu dan mendoakanmu.. “. Wahhh, membuat saya makin rindu rumah..

Jadi, mari kita belajar terlebih dahulu mengenai cinta lebih dalam.. Karena cinta itu berat jika tidak memahami hakekat dan merasakan cinta yang simple namun hangat terlebih dahulu.. Jangan terburu-buru jatuh cinta.. Jika terlanjur jatuh cinta, simpan cinta tersebut untuk menjaga kemurniannya.. Di tempat yang jauhh.. Hingga saatnya nanti kita bisa mengambilnya lagi jika saatnya tiba..

 

“ Ya Allah, saat aku jatuh hati.. Kuingin terbang selepas dan secepat apapun yang pernah ada.. Hingga setan tak sempat hinggap.. “

 

 

Well, someday…

Siapapun pasti membenci akan suatu perpisahan. Walaupun dia berkata bahwa perpisahan itu wajar, namun bagi saya perpisahan pasti menyisakan luka. Sekecil apapun itu..

Saya membenci perpisahan. Bagaimanapun caranya..

Semuanya bisa dibicarakan dengan suatu alasan.

Saya membenci perpisahan..

Semoga perpisahan yang dimaksud saat ini adalah sesuatu yang bermuara ke kebaikan..

Semoga perpisahan membuat semuanya lebih baik lagi..

Saya tetap mengharapkan kata perpisahan terakhir sekalipun hanya, ” Maaf saya harus pergi.. “

Saya membenci perpisahan. Saya sudah sering menyampaikannya. Saya selalu menyampaikannya…

Fiuhh.. It’s hard when you never say goodbye..

 

Segalanya akan lebih mudah bila memiliki sedikitnya apa yang disebut emosi..

Yaa.. Saya hampir tidak mengenali diri sendiri beberapa tahun terakhir. Entah suatu perubahan atau hanya sebuah penyesuain belaka atas segala yang saya alami. Saya selalu bertanya – Tanya, apakah hati saya ini telah mati ??? Siapapun selalu saya beri pertanyaan, apa itu hati yang mati.. Saya tidak pernah berharap hal ini menimpa saya.

Saya merasa hati saya telah “ Mati”. Saya ulangi kembali, saya merasa hati saya telah “ mati “… Entah sejak kapan awalnya, hal ini menjadi suatu penyakit kronis yang menyerang perlahan jiwa saya. Apakah ini yang disebut hati yang mati ? yaitu hati yang tidak bisa mengecap bermacam-macam emosi. Boleh saya bilang sekarang, saya hanya punya satu emosi.. Saya hanya bisa merasa senang.. Apapun hal yang menimpa saya. Saya tidak bisa merasa sedih, saya tidak bisa merasa marah dalam waktu yang lama, dan bahkan saya lupa kapan terakhir kali saya benar-benar menangis karena sedih.. Saya benar-benar sudah lupa.. Mari sedikit kita mengintip masa lalu…

Semasa SMA, bisa dibilang macam-macam emosi bisa saya miliki.. saya ini pemarah, keras kepala, dan sungguh seorang pemberontak. Saya sangat ngawur dalam ber idealis. Saya ini fanatic terhadap suatu ide yang menurut saya memang benar.. Pendapat orang lain adalah genderang peperangan buat saya.. (ok ok agak berlebihan.. ). Mungkin bisa dibilang saya ini sulit menerima pendapat orang lain. Satu teori palajaran sosiologi yang saya anut hingga sekarang, “ aku berbeda maka aku ada.. “. Dan dengan emosi-emosi tersebut lah saya membangun diri saya sendiri begitu keras untuk menjadi seseorang yang berbeda.. Pertengahan SMA, saya mulai tenggelam pada suatu hal yang disebut dengan seni peran dalam teater. Dari teater, saya belajar mengelola segala emosi saya ini dan mengen dalikan menjadi yang saya mau.. Saya bangga.. Saya orang yang terkendali. Saya mengerti harus menempatkan diri dengan mode-mode tertentu di saat tertentu. Tapi… Disinilah mungkin awal dari matinya suatu hati. Mungkin…

Suatu hari, saya dapatkan sebuah peran dalam sebuah judul garapan sanggar teater kami.. masih teringat jelas peran apa yang saya dapatkan. Seorang wanita tomboy dan pembunuh. ( karena peran itu saya jadi bulan-bulanan teman saat kelas XI). Bagi saya sungguh tak sulit memerankannya.. Hanya butuh referensi dari beberapa film yang mungkin pernah saya tonton. Oh iya, mungkin selama hidup saya 500 judul film lebih pernah saya tonton. Saya akui saya ini penggila film.

Sutradara sangat kaget dengan acting saya yang katanya, sungguh saya adalah orang lain saat drama mulai dimainkan.. teman-teman pun tidak menyangka. Applause dan pujian dari sutradara – sutradara lain datang kepada saya.. Dan.. Saya makin kehilangan diri saya. Saya kehilangan emosi.. Bukan karena teater, bukan karena acting.. hanya karena saya yang selalu sulit berpijak pada realita..

Satu kejadian yang mungkin dibilang orang merupakan satu kejadian yang paling menyedihkan dalam hidup saya. Saat ayah pergi meninggalkan kami untuk selamanya…

Sejak kecil, saya memang terbiasa di rumah tanpa ada ayah.. hanya dengan ibu saya menjaga rumah yang sedari kecil saya tinggali. Ayah memang tidak jarang ke luar kota untuk keperluan kantor ataupun untuk pendidikan. Beliau orang yang tidak pernah lelah belajar.. Namun meskipun sering ditinggalkan, entah mengapa saya merasa lebih dekat dengan ayah. Karena hanya dengan beliau saya bisa bercerita dengan keruwetan pikiran saya dan memberi solusi praktis. Yah selain itu, dengan ayah saya selalu menjalankan misi wisata kuliner yang merupakan hoby kami. ( huhuhu.. jadi inget dah.. ). 3 tahun sebelum meninggal, beliau selau menyiapkan saya pada banyak kemungkinan terburuk dalam hidup.. Mulai dari dilepasnya saya sendirian saat pendaftaran SMA sampai dengan diijinkannya saya berjualan es untuk menambah penghasilan eskul teater saya. ( padahal kalo ibu yang tau, saya pasti sudah dimarahi habis-habisan. Hohoho…). Saat saya mengeluh, pasti beliau bilang “ kamu ini, ntar kalo ayah meninggal gimana ? Sementtara kamu masih manja gini “. Saat itu saya pasti hanya mendengarnya sambil lalu dan menirukan cara beliau bicara.. ( bandel).Saat saya meminta sesuatu, beliau memberikan yang paling baik buat saya, sambil berkata “ kalo kamu bisa usahakan yang terbaik, kamu harus bisa dapet yang terbaik. Karena yang terbaik yang kamu dapaet itu bakal tahan lama.. “. Waktu itu saya hanya mencerna perkataan beliau itu hanya masalah membeli barang.. ( konyol ). Jangan dikira saya dan ayah hanya rukun-rukun saja.. Sering sekali kami juga berbeda pendapat. Masalah saya yang masih enggan berjilbab, saya yang masih bolong-bolong sholatnya, sampai masalah ehm.. pacaran. ( jahiliyah jahiliyah .. ). Dengan segala pernyataan beliau yang sebentar lagi mati, perlahan malah saya mulai merasa kalau soulmate saya ini memang akan meninggalkan saya.. ( kami memang punya ikatan batin. Contohnya : saat saya kelaparan pengen bakso, beberapa menit kemudian ayah pulang membawa bakso. Hahaha.. entah ini contoh atau bukan). Saya bersiap. Bersiap dalam arti menyiapkan diri ini bagaimana nanti bila ayah beneran meninggal. Bahkan harus nangis seperti apa saya juga mikir.. ( serius! Saya ni memang aneh). Saat beliau mulai masuk rumah sakitpun saya sempat berfikir, waduh, jangan-jangan sebentar lagi ditinggal ayah.. tapi saat itu saya tetap tampak gembira menikmati fasilitas pavilion rumah sakit yang  ayah tempati. Karena kebetulan bulan puasa dan sungguh nikmat bila siang yang panas dinikmati di kamar ber AC.

Suatu malam setelah ayah pulang ke rumah dan mulai bercanda lahi dengan saya dan adek, ayah tiba-tiba merasa pusing. Dan beberapa saat setelah beliau mencoba untuk tidur, beliau memuntahkan darah.. Kami bergegas ke UGD. Singkatnya setelah ditangani, saya berusaha tetap menghibur ayah. Tidak tega juga melihat nafas beliau yang terlihat begitu sesak.. Saya genggam tangan beliau yang besar. Beliau berusaha mengucapkan sesuatu.. saya menunggunya dan ternyata beliau hanya bilang, “ Sudah, kamu pulang aja sana. Kasihan adekmu. “. Saya pulang dengan berat hati dan ibu bilang, “ ayahmu Cuma gak mau kamu ketularan sakitnya. Takutnya ayah juga sakit TBC”. Saya pulang dengan enggan..

*lanjut ke bagian ke dua…

 

Sahabat, lama nian kita tidak berjumpa. Banyak sekali cerita, namun lama sudah tidak terungkap di sini. Rutinitas atau mungkin waktu tidak memberi kesempatan kepada kita. Alhamdulillah di momen yang langka ini kita jumpa lagi untuk saling berbagi kisah.. Kali ini mungkin kita akan sedikit merenung. Saya pun juga merenung..

Dosa. Satu kata yang saya sendiri pun sulit untuk mengucapkannya. Hal yang cukup sensitive  mungkin. Dan hal yang saya takuti juga.. Saya kenal dengan banyak orang yang berwarna warni di dunia yang sekejap ini. Beragam pengalaman kami saling share. Beragam prinsip maupun idealis. Ada yang begitu berat berpikir dan ada yang begitu santai menyikapi apapun masalah.. (sepertinya saya adalah orang itu. :-D )

Di Suatu sore, setelah sebuah forum diskusi yang panjang dan melelahkan. Saya menyisihkan diri sejenak dari teman-teman dan berpikir keras mengenai masalah yang terangkum dalam diskusi tadi. Yah dengan kadar pemikiran dewasa seperti saya, butuh usaha keras juga. Hehehe..  beberapa waktu kemudian saya dihampiri seorang senior yang sebelumnya memang tidak pernah berinteraksi secara serius. Yah kami hanya interaksi sebatas bercanda dan tugas. Senior saya itu menanyakan mengenai permasalahan yang saya hadapi. Kami mengobrol, bertukar pengalaman dan mencari solusi. Kami benar-benar serius hari itu.. Dan karena saya jenuh terhadap sesuatu yang serius, saya sedikit mengalihkan topik.. Saya membaca sebuah poster yang berisi tentang kompetisi karate. Sambil membaca saya berkomentar, “ Wah, keren ya kalo bisa karate.. Bisa jaga diri”. Sambil tersenyum, senior saya menimpali “ aku dulu ikut karate.. Sampai lomba nasional lho.. Tapi itu dulu.”

“Wah, keren mas.. Trus kenapa sekarang gak ikut ? Ikut UKM karate gak ?”

“ Enggak kok.. Aku lho udah di black list. Gak bakal bisa ikut Kejuaraan lagi selamanya, mungkin”.

“lah kenapa mas ??? Kan sayang juga kalo bakat gak diterusin”

“ Gak ah.. Aku lho udah cidera. Lagian black list itu gak bakal ilang. Kasalahan ku fatal banget kok.. “.

“ waduh.. Emang salah apa sich ? Curang ? Pake doping ???”,

“ Bukan. Aku pernah bunuh orang..”, (dengan ekspresi yang sangat biasa).

Saya cukup kaget, “ beneran tuh ?? Jangan bercanda ah.. “

“ Ngapain aku bohong.. Waktu SMA aku ikut kejuaraan Karate. Di olahraga itu ada aturan gak boleh melakukan serangan ke bagian jantung ( kalo gak salah inget, senior saya bilang gitu. Saya awam masalah olahraga tersebut.. ). Tapi karena suatu hal, aku sebel sama lawanku itu. Makanya saat tanding lawan dia, aku sengaja kasih serangan ke bagian jantungnya.. Maklum, waktu itu masih labil. Emosiku gak terkontrol.. “

Saya sangat kaget, “ Serius itu mas ?? Trus mas pernah dipenjara dong ? (pertanyaan yang cukup bodoh)”.

Dengan tenang menjawab, “ yah dia meninggal lah.. Langsung ambruk dan 10 menit kemudian meninggal. Aku gak sampe masuk penjara. Cuma diinterogasi polisi. Akhirnya aku bebas dengan alasan gak sengaja aja.. “.

Saya masih bengong… Diam. Dan.. “ Sebenernya mas waktu itu sengaja apa gak ?”

“ Sengaja.. Aku ngelakuinnya emang sengaja. “

Saya terdiam. Tidak tahu harus bilang apa.. Kami pun diam..

Sebuah kalimat terucap oleh senior saya, “ Makanya, dosaku itu udah gedhe banget. Aku gak mungkin masuk surga. Tuhan gak mungkin maafin aku.. “. Senior mengucapkan dengan nada yang super santai.

Saya bingung mau bicara apa.. saya hanya spontan tertawa( lagi-lagi hal bodoh) dan bilang, “ Gak mungkin sampe gitu lah mas.. Tuhan kan.. (terdiam. Teringat sesuatu) Yaa begitu lahh.. “

“ iya iya, aku tau.. “. Karena sudah bingung mau membicarakan apa, saya pun pamitan untuk mengakhiri pembicaraan. Dan saya masih berfikir dan merasa bersalah. Saya telah salah menilai orang….

Dulu saya selalu menganggap senior saya itu seorang yang terlalu santai, tidak bisa serius dan memang belum memikirkan masa depan. Namun ternyata dia juga bisa berpikir sejauh itu.. Menyadari bahwa dia berdosa dan merasa kecil karena dosanya terlalu besar.. Saya cukup terhenyak.. Ya, orang yang baik adalah orang yang mengakui kesalahan dan juga menyesali.. Kadang memang kita gengsi untuk mengakui bahwa kita bersalah.. Kita sembunyikan juga kesalahan kita. Sampai kadang kita merasa sudah lupa akan salah kita. Bukan karena kesalahan senior saya ini memang terlalu besar.. Bukan karena itu. Saya menghargai dia yang menghukum dirinya sendiri dengan statemen “Tuhan gak mungkin maafin aku..”. dan saya tau sampai sekarang dia sangat menyesal. Dan itu mempengaruhi kehidupannya saat ini.

So sad..

Masa lalu kadang begitu kejam adanya.. Tapi sejauh apapun berlari, tak perlu seringkali melihat ke belakang. “

I love Sunday ! Demikianlah orang sering bilang… Yah, hari minggu kata orang kantoran waktunya bangun siang, buat yang masih sekolah waktunya refreshing…  Betul bukan ???

Berawal dari jarkom yang mampir di hp saya di malam jam 22.00, rencana bersantai dan mencuci pakaian yang seabrek banyaknya pupus sudah…:-(. Di hari minggu yang saya kira akan sangat santai, ternyata saya harus bangun pagi seperti biasa karena jam 8 ada bimbingan. Tidak ada hari minggu ternyata,semua  hanyalah mimpi.. ( sedih ) . Bergegas saya turun ke lantai 1 menemui sahabat tersayang yang pastinya sudah molor dengan indahnya. ( kebiasaan tidur jam 21.00 tepat ), dan mengabarkan jarkom tersebut. Sahabat menyanggupi dan menambah agenda kegiatan kami yang biasanya dimulai pukul 13.00, sekarang dimulai pukul 08.00. Dan tak lupa dia juga menembahkan agenda minggu ceria kali ini dengan mengunjungi pameran pendidikan jepang. Jadwal saya sebagai berikut : ( sekali-kali berlagak artis)

08.00 – 10.00                            Bimbingan

10.00-10.30                               sarapan

10.30-12.30                                ke pameran pendidikan jepang @sheraton Hotel

12.30-16.00                                Misi Pendidikan

16.00- 19.00                              ….

19.00-21.30                                Tutorial Analisis Real I

Maen sinetron kejar tayang kali ya ???? -_-”

Minggu pagi dimulai dengan bimbingan di perpustakaan. Undangan jam 8 pagi, saya datang agak telat sich..tapi entah kenapa tidak ada orang sama sekali di TKP. Cuma ada bagian registrasi yang kayaknya juga baru datang. Nyata sekali kalau datang telat adalah hal yang biasa. (* Nyerah dah sama masalah satu ini )… Parahnya setelah menunggu sekitar 45 menit, peserta yang lain baru berdatangan. Ckckckck.. Saya cuma bisa lemes di kursi karena belum sarapan… ( temen saya cuma cengengesan ngeliat tingkah saya )

dan orang – orang berdatangan meramaikan tempat jadi penuh sesak. Dan sudah jam stengah 10 acara baru dimulai. Parah dah.. Karena harus lanjut ke agenda berikutnya, saya dan sahabat langsung cabut nyari sarapan.. ( Laper berat.. ).

Perjalanan ke sheraton lumayan panjang mengingat kami hanya tau keadaan kota sepotong-potong. Nyari jalanpun berdasarkan feeling saja. Dan stelah perjuangan panjang kami tiba di Pameran Pendidikan Jepang.. Mungkin saya emang katrok ya.. gak pernah masuk sheraton, begitu masuk jadi berasa salah kostum. Saya cuma pakai pakaian standar kuliah asal dan seperti biasa ransel hitam kusam melekat di punggung saya. Tidak berbeda jauh dengan sahabat. Kita cuma cengar-cengir gak jelas sambil nyeletuk, ” kita ni mau ngelamar kerja jadi OB ya ?” .

Terpesona sekali dengan jepang-jepangan yang ada di pameran.. Jadi semangat buat memenuhi obsesi ni.. :-D . Mari S2 ke jepang…. !!! Tapi paling enak ke jepang rekreasi kayaknya.. Keluar dari Sheraton, baru saya sadar kalau di sekitar hotel tersebut terdapat kondominium super mewah yang tersedia fasilitas kelas atas. Ya Allah, inikah hedonisme ??? Ternyata begitu dekat.. Dan setelah ini kita menuju ke tempat yang beda 180 derajat dari tempat ini.. ( Ironis). Saya menyimpulkan, sebenarnya orang indonesia banyak yang kaya raya, tapi kok ya banyak juga yang miskin berjamaah.. ??? pertanyaan yang susah dijawab..

Dan setengah 1 saatnya kembali melanglang buana. Menuju misi pendidikan.. Jreng jreng…!

Masuk ke jalanan Girilaya kami berhenti di masjid untuk menuanaikan kewajiban. dan subhanallah tadarus berkumandang dengan ademnya di udara yang panas nya minta mapun.. Didaerah seperti ini masih ada hal yang tidak kita kira sebelumnya.. Semoga Allah memberikan istiqomah pada mereka yang setia tegak berdiri di jalanNya.. Aminn..

Lanjut ke perjalanan menuju taman baca… Tidak seperti biasanya, gang yang kami masuki cukup lengang. Tapi ada satu wisma yang tetap dengan semangat memutar musik keras. Yah bisa dibilang kedatangan kami disambut lagu ” keong Racun ” ( kok ya kebetulan lagunya itu.. -_-” ). Parah juga ..

Masuk ke taman baca ternyata adek-adek masih belum dikondisikan. Masih ada kunjungn dari taman baca lain.. Sejenak kami saling diskusi dan tak lama yang berkunjung pulang. dan dimulailah perjuangan hari ini….

1. Insiden sobek buku

Entah dari mana awalnya, adek-adek ternyata sudah punya langganan sendiri buat kakak yang mana yang bakal jadi tutor nya. Dan memang salah seorang anak bernama ” ayu” menjadi murid tetap saya. Disodorkanbuku tulis yang baru sambil merengek seperti biasa, ” kak, soal matematika tapi yang pecahan… “. Ok lah saya kasih dia materi tentang pecahan dalam metematika bab penjumlahan. Saya jelaskan dari awal sampai akhir dan ternyata….. saya dicuekin saudara-saudara..( sakit dah ..). Saya tanya, ” adek, kenapa kakak dicuekin ? Kakak udah ajarin panjang lebar gini “. Dengan polosnya dia menjawab, ” Habis susah sih… aku males kak “. dalam hati saya berkata,bukannya tadi dia yang minta diajarin ??? Sabar sabar… Dengan segala cara saya paksa dia mengerjakan 5 soal dasar. Dengan susah payah akhirnya di bisa menangkap penjelasan saya.. ( fiuhh… ). kemudian saya bersiap mengajarkan metode lain penjumlahan pecahan, tapi lagi-lagi kata dia , ” males kak… “. Saya pura-pura gak denger aja dia bilang gitu. Dan saya baru menjelaskan sedikit tiba-tiba… Ayu mengambil buku dia yang saya pakai untuk menjelaskan materi, saya kira dia mau nulis sendiri yang saya sampaikan.. Ternyata.. dengan polosnya dia sobek lembar yang tadi saya coret-coret dengan polos dan dia buang sobekannya di tempat sampah. Saya cuma bisa melongo. Dan ayu senyum-senyum dengan ceria..

Saya tanya dia dengan sabar, ” Lho ? adek, kenapa disobek ? Kok dibuang juga ? “. Jawabannya.. ” biar kakak berhenti  jelasin. Aku dah capekk… ” . Jderrr ! saya cuma melongo. Bisa-bisanya dia punya cara meng-interupsi seperti itu. . Dengan sikap pura-pura sabar, saya datangi dia dan saya dudukkan di depan saya. ” Adek, kamu anggap kakak ini siapa ? Kok gak sopan gitu ? “. Ayu jawab, ” Kakak ya kakak… Udah kak, aku capek..”. ( sambil melengos ). Saya ambil nafas untuk menurunkan emosi… fiuh... ” Tau gak dek ? Itu namanya gak sopan. Belajar PKN gak di sekolah ? Bersikap kayak gitu gak baek.” (Berusaha tenang padahal emosi ). ” Kan aku capek kak…” , (masih ngeles). ” Sekali lagi kamu gitu, kakak hukum ya ??? Hukumannya, kakak suruh ambil lagi di tempat sampah, kertas yang kamu buang tadi”. Ayu tetep cengar-cengir. Sekali lagi saya menegaskan, ” Awas lho, jangan diulangin ntar kakak cubit. Biar aja kamu nangis “. ( Wajah agak serius). ” Iya iya kak.. “, ( sambil ngeloyor pergi). Dalam hati saya cukup mengingat ancaman peringatan keras tadi. Ini terakhir kali saya diperlakukan begini.

Dan tak lama kemudian, sahabat saya mengalami hal yang sama. Dan pelakunya tentu saja berbeda. Tapi ternyata reaksi dia hanya memelas sambil berkata lebay, ” Kau anggap kakak ini apa ???”. Dan saya juga masih bingung dengan kejadian tadi.

2. Gosipnya Adi

Sesi belajar yang cukup membuat trauma telah terlampaui. Setelah shalat ashar berjamaah yang keadaanya seperti biasa, kami ngobrol-ngobrol ringan dengan adek-adek. Saya yang minggu lalu merasa bersalah kepada adi, berusaha menebus kesalahan dengan menunjukkan care ke dia. ( maaf kan kakak ya dek.. ). Tapi ternyata adek-adek ini ada yang jadi BIGOS ( biang gosip ). ada yang nyeletuk, ” Kak, adi kemarin malem pacaran lho… “. Seisi ruangan langsung menanggapi dengan antusias celetukan tadi. Saya konfirmasi ke adi, ” adek beneran pacaran ? “. ” Enggak kak, itu lho gosip.. Aku cuma temenan kok sama helen.. ” (sambil senyum-senyum). Seorang adek ikut jadi BIGOS, ” Bohong kak.. kemarin itu mereka gandengan tangan di pasar malam.”. Sekali lagi saya konfirmasi ke Adi, ” Adi bener ya kata temenmu ?”. “habis dia yang gandeng tangan aku duluan kak… “. Saya dan sahabat saling berpandangan, dan berbisik wah, gawat ini.. Sahabat bilang, ” lho ? Tadi katanya cuma temen ? Kok gandengan tangan. Kayaknya kalo temen gak gitu deh…”.” Habis, dia yang gandeng aku duluan kak.. aku kalo ada cewe yang gitu diem aja. Kan bukan aku juga yang mulai”. Susah juga menjelaskan hubungan rumit kayak gini. ” Adi, berteman dengan lawan jenis bukan gitu caranya. Kakak tau kamu mau melindungi dia, tapi bukan gitu caranya. Kamu awasi dia aja udah bener kok..”.

Sahabat menambahkan, ” Kalo kamu kayak gitu, kasihan helen dong.. “. Adi kembali tanya, ” Tapi kalo udah dewasa boleh ya kak ?? Soalnya orang-orang yang pacaran kan gitu “. Kami cuma bisa terdiam, saya pikir jawabannya tanyalah pada rumput yang bergoyang nak… Setelah cukup bingung, saya hanya bisa menjawab, ” Adek, orang dewasa itu gak selalu benar.. percaya aja sama kakak. Ok ? “. Adi cuma bisa senyum-senyum malu. Entah itu senyum mengerti atau hanya sekedar senyum. . . Dan Adi adalah murid kelas 4 SD. Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata dia pergi keluar waktu itu jam 9 malam. ( normalkah ???). Alasan dia simple, ” Kan malam minggu enaknya keluar malem kak.. “. Sahabat saya bertanya, “Emang apa enaknya ? Kamu ngapain aja ?” . ” Yah suasana nya enak. Kita nonton layar tancap “.

Krik krik.. krik krik.. Sodara-sodara, sejak kapan anak SD bisa membedakan suasana malam minggu dengan malam biasa ??? Kami hanya terdiam dan shock. ( lebay dah.. )

3. Pesta Demokrasi ala kampung

Kami pun pulang membawa banyak PR yang harus dikerjakan sebaik-baiknya.. Sepanjang gang, saya penasaran dengan selebaran yang ditempel asal di tembok dan tiang listrik. Saya kira itu selebaran PILWALI, tapi tak disangka, itu adalah selebaran kampanye para calon ketua RW daerah sekitar.. Bahkan pemilihan ketua RW sekarang memakai sistem kampanye juga …. !!! Hebat hebat.. Masyarakat semakin berkembang. Jujur saya tidak pernah terpikir ada kampanya calon ketua RW. Ada foto dan slogan pula… :-D .

Yak begitulah sebagian perjalanan kecil di hari minggu,, Penuh liku-liku dan bermacam-macam seperti gado-gado..

” Dan akhir jaman mulai menampakkan pertandanya… Begitu nyata, tanpa kau pernah tau apa saja pertanda itu.. “

Arti Hidup ???

Bismillah…

2 kata.. tapi sulit sekali menjawabnya. Saya sendiri harus terdiam lama bila mendengar pertanyaan ini. Walaupun pada akhirnya saya tidak bisa menjawabnya. Hmmm… kira-kira apa ya arti hidup ?? Mungkin saya coba sedikit menjawab..

Esensi dari hidup… Hidup di mata saya adalah suatu kesempatan. kesempatan untuk belajar, merasakan tingginya awan dan memijak di tanah. dan yang jelas, bagi saya HIDUP HARUS BERGUNA. Untuk siapapun itu.. Teringat kalimat yang sering diucapkan teman-teman saya semasa SMA, ” Terciptanya manusia oleh Tuhan, pasti ada hikmahya”.

Lagi-lagi awalnya saya egois mengenai hidup. Saya punya target-target pribadi yang bukan main egoisnya. Entah dulu setan apa yang mengikuti saya ( Seremmm… ), saya selalu bersikap harus mendapatkan apa yang saya mau.. dan lagi-lagi smua itu hanya berbau keinginan duniawi semata. Entah kenapa saya selalu ingin terbang setinggi-tingginya tanpa mau melihat apa yang kini terjadi di bumi yang saya pijak…

Dan ternyata, bumi benar-benar sudah tak layak, bobrok, dan rusak… Bumi telah kotor akan ide-ide gila manusia yang anehnya selalu kita bilang ide ” briliant “. Sungguh mengenaskan…

Dan hidup begitu nikmat jika kita mau menikmatinya..

Berawal dari ajakan teman untuk mengisi hari minggu dengan suatu kegiatan yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan. saya pergi ke suatu daerah yang disebut lokalisasi terbesar di asia tenggara. Sungguh tidak terbayang sebelumnya.. Dengan mengucap bismillah, kami berangkat membawa misi perdamaian pendidikan. Sesampainya di daerah yang dituju, tidak tampak pemandangan yang sering digambarkan masyarakat maupun media. Wisma-wisma masih tutup dan tempat karaoke belum terlalu ramai.. Mungkin karena masih siang, beda lagi cerita bila malam hari. namun sama saja, rasa takut juga masih ada.. takut ditawar om-om terutama.. (alasan lebay.. ).

Setelah melewati beberapa belokan, kami memarkir motor di tempat penitipan motor yang sampai saat ini kami tidak pernah membayar jasa penitipan. Si empunya memang sengaja memberikan tarif free bagi kami. (makasih bapak , semoga Allah membalas.. Aminn :-D ). memarkir motor telah selesai dan kami jalan kaki memasuki gang yang subhanallah dipenuhiwisma karaoke yang wallahu’alam bisa merangkap tempat prostitusi. Suara musik yang keras yang saling bersautan antar wisma terlalu memekakkan telinga. Dan pada saat itu terlihat dari jauh, segerombol anak kecil berlari menuju ke arah kami sambil berteriak ” Kakakkkk …!”. entah kenapa ekspresi mereka begitu gembira melihat kami. Saya yang baru pertama kali datang, hanya melongo melihat adek-adek ini berebut mencium tangan saya. Tak lupa tas saya dibawakan dan mereka memperkenalkan diri satu persatu. Tak lama, tangan saya ditarik dan sedikit digiring menuju markas mereka. Sebuah taman baca…. Ruangan berukuran 3×3 meter persegi yang penuh dengan buku serta meja panjang dengan tinggi selutut.  Saya yang masih bingung kemudian duduk dan mulai makin bingung…. Salah satu dari adek-adek, minta duduk di pangkuan saya. Dan yang lain minta diajari mengerjakan PR. Dan klik ! , saya sadar harus apa di tempat itu… Yap, menemani mereka belajar layaknya orang tua menemani anaknya… Gampang-gampang susah dan sangat melatih kesabaran..Karena adek-adek ini sangat manja dan susah diatur.

beberapa waktu kemudian, adzan shalat ashar berkumandang sayup-sayup terdengar dari gang sebelah. Saya hanya bisa ber-istighfar melihat keadaan sekitar saya.. Musik-musik wisma karaoke malah berlomba dengan kumandang adzan.. Dengan susah payah, kami menggiring adek-adek menuju masjid di gang sebelah.. Dan perjuangan lebih berat menanti…Di masjid pun adek-adek berlarian ke sana kemari dan tak jarang mengganggu orang lain yang sudah terlebih dahulu memulai shalat.. Untung saya sudah menemukan metode jitu ( tunggu postingan berikutnya.. ). Susah payah kami posisikan mereka untuk shalat berjamaah bersama kami, namun sama saja di tengah shalat mereka kembali berlarian. Alhasil, shalat saya dan teman-teman bisa dibilang tidak khusyu’.

Dan kembali kami menggiring adek-adek menuju taman baca.. Di perjalanan, saya begitu terhenyak dengan cerita mereka. saya tau mengapa mereka begitu manja, bahkan pada saya yang baru dikenalnya… Di rumah, tak ada suasana keluarga, ayah ibu sibuk mencari kesenangan sendiri, kakak entah ke mana, dan adek di rumah tak tau harus berkegiatan apa sehingga mereka memilih keluar rumah untuk main hingga larut malam. dan … sampai malam pun tak ada yang mencari mereka pulang.. Dan dengan santainya seorang adek bilang pernah tidak naik kelas 2 tahun. Saat saya tanya, kenapa tidak belajar ? Dengan polosnya menjawablah dia, ” gak ada orang di rumah kak… “. Kriettt ! pintu hati saya terbuka.. pernyataan itu hampir membuat saya menangis.. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya bila saya di posisi itu.. Dan yang lebih sedih, saya teringat ibu saya yang subhanallah selalu menemani saya yang malas belajar hingga larut malam. Parahnya, saat itu saya malah ngomel dan kadang marah karena harus diawasi dan dipaksa belajar..

Ya Allah, apakah saya ini telah kufur nikmat…

Saya merenung dan merenung..

Saat sudah waktunya saya pulang, kami berdoa bersama dan saat saya berpamitan pada adek-adek, dengan polosnya mereka berkata, ” kak, minggu depan datang lagi ya … ” . Dalam hati saya menjawab, insya allah sayang… selama waktu ini luang...

Bapak-bapak senayan yang saya tidak tau bakal membaca ini atau tidak.. Saat anda memikirkan nilai tukar rupiah, politik ruwet, infrastruktur, sarana dan prasarana, proyek pemekaran kota, dan entah apa namanya yang ruwet -ruwet… Pernahkah anda memikirkan anak-anak ini ?? Harus bertahan di lingkungan yang mungkin anda tidak bisa membayangkan bagaimana bisa seorang anak tumbuh berkembang di situ… Katanya tiang negara adalah pemuda ??? Katanya yang terpenting adalah generasi baru ? Pada kenyataanya keselamatan dan kebahagiaan sendiri yang dipikirkan …Bagaimana mungkin kita lebih baik di masa yang akan datang bila para calon pemuda bangsa tinggal di lingkungan seperti itu..

bismillah, Semoga langkah ini istiqomah dalam jalan cinta Nya…

” Setinggi apapun kau ingin terbang, hendaknya kau tengok bumi tempat kau dulunya berpijak… Yang kau mungkin juga ikut andil merusak tatanannya.. Dan kau biarkan saudaramu tenggelam dalam kerusakannya… “

Dua kata ini sering kita dengar dan ucapkan.. Bahkan sejak kecil, kita selalu ditanamkan untuk memilki minimal sebuah impian maupun cita-cita. Yah, simple saja.. Kebanyakan anak kecil bila ditanya tentang cita-cita pasti akan menjawab ingin jadi dokter lah, tentara lah, polisi lah, atau yang paling ekstrim ingin jadi tukang CAT ( teringat iklan produk cat yang sungguh aneh.. :-s ). Kebanyakan memilih cita-cita tersebut karena kebanyakan yang di profesi itu orangnya pintar, gaji besar, mendapat tempat di masyarakat, dan keren lah kata orang… Kalau ditanya soal impian, kebanyakan impian orang yang saya tau ingin jadi orang sukses, kaya, bahagia dunia akhirat, dan jadi orang terpandang. Wajar sekali lah.. Di dunia ini smua itu bisa kita dapatkan. Tergantung usaha dan doa tentunya… :-)

Semasa kecil saya mempunyai cita-cita menjadi pengacara. Hanya karena saya suka nonton berita, membaca buku hukum dan merasa pengacara itu keren. Sedangkan impian saya ya apalagi kalau bukan jadi orang sukses dan kaya raya. Simple sekali bukan ??? Sekaligus terlihat wah… :-D

Beranjak ke lumayan dewasa, saya menyadari bahwa cita-cita dan impian saya itu hanya kosong belaka… saya tidak bisa menjawab Mengapa ?? Untuk apa ??? Apa yang kau dapat ???? Dan apakah kau bahagia ???? … Smua itu ternyata hanya suatu kekosongan. Padahal dunia itu begitu luas, langit begitu tinggi, dan tanah masih bisa digali lebih dalam… Dan saya, hanya memikirkan diri sendiri dan egois dengan impian yang seperti itu…

Alhamdulillah.. Saya kini temukan sesuatu cita-cita dan impian yang begitu penuh menurut saya.. Penuh pelajaran berharga, penuh keindahan dan begitu menyenangkan… Dan sangat sederhana namun berarti bagi saya.. Namun, banyak juga yang menganggap itu semua justru terlampau sederhana dan mungkin ada yang menganggap suatu kebodohan.. Berikut salah satu contoh :

Seseorang (S) : Apa cita-cita kamu ?

Aku (A)            : Jadi istri yang punya anak pintar-pintar serta saleh.

S                          : wah, bagus juga. Tapi hanya itu ya ??

A                         : Ndak juga, saya pengen buka toko kue serba strawberry .

S terlihat heran dan tertawa..

S                          : trus buat apa kamu kuliah ??? Dengan ilmu kamu, kamu hanya ingin itu ????

A terdiam.

A                       : Memangnya situ mau jadi apa ??

S                        : Dirut TELKOM dong… Karena ingin memajukan telekomunikasi Indonesia.

A terdiam dan berpikir…

Yap, inilah cita-cita saya : MENJADI ISTRI YANG SALEH YANG PUNYA ANAK PINTAR SERTA SALEH.

Dan inilah impian-impian saya : PUNYA TOKO KUE, MEMBUKA TAMAN BACA, PUNYA TAMAN KANAK-KANAK DI RUMAH, DAN MEMBUKA USAHA KECIL UNTUK IBU-IBU SEKITAR.

Gak ada yang spesial kan ???? sangat biasa dibanding cita-cita sebagai direktur, dokter atau mungkin pengacara. Tapi, saya selalu merasa tidak ada kekosongan di dalamnya… Saya merasa akan bahagia dan hidup lebih berwarna.. :-D

Sebentar-sebentar… sementara kita tunda cerita kali ini… lanjut ke postingan berikutnya…

karena rutinitas akhir2 ni sebagai SC pengkaderan, teman2 melakukan analisis terhadap sesama anggota Sc untuk analisis lebih lanjut bagaimana menghadapi adek2 mahasiswa baru… Dan dengan mengejutkan.. (lebay dah..) saya ternyata adalah murni seorang sanguinis. Entah saya harus senang atau menangis . Dan beginilah orang2 yang disebut sanguinis :

- Hasrat : Bersenang-senang

-Kebutuhan emosional : Perhatian, dukungan, kasih sayang, penerimaan, kehadiran orang-orang serta kegiatan

-Kunci kekuatan : Mampu bicara tentang apapun, di manapun, kapanpun, kepribadian yang optimis, humoris, kemampuan bercerita, senang bergaul

-Kunci kelemahan : Tidak terorganisasikan, tidak ingat detil atau nama, suka melebih-lebihkan, tidak serus tentang apapun, mempercayakan tugas kepada orang lain, terlalu mudah percaya dan naif

- Menjadi depresi kalau : Hidup tidak menyenangkan dan tampaknya tak ada yang mengasihi

-Takut akan : Tidak populer atau bosan, harus hidup teratur sesuai jadwal, harus mencatat uang yang dibelanjakan

-Senang dengan orang yang : Mendengarkan tertawa, memuji dan mendukung

-Tidak senang dengan orang yang : Yang mengkritik, tidak menanggapi humornya, tidak menganggapnya manis

-Dalam pekerjaan, berharga dalam hal : Kreativitas warna-warni, optimisme, sentuhan ringan, menggembirakan orang lain, menghibur

-Bisa lebih baik jika ia : Belajar mengorganisasikan, tidak terlalu banyak bicara, belajar memperhatikan waktu

-Sebagai pemimpin, ia : Membangkitkan semangat, membujuk, dan menginspirasikan orang lain; menghibur; pelupa dan payah dalam soal tindak-lanjut

-Reaksi terhadap stress : Meninggalkan tempat kejadian, berbelanja, mencari kelompok yang menyenangkan, cari-cari alasan, mnyalahkan orang lain

-Dikenali dari : Terus saja bicara, bersuara keras, mata cemerlang

Yaa… sebagian besar benar adanya.. Dan sekali lagi tidak tau harus sedih atau senang..

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.